Choose Color

#

Apem Targetkan Medali di PON

Pujo(LombokPost) 22 July 2020

MATARAM-Tiga pebalap NTB akan turun di PON Papua 2021 mendatang. Salah satunya adalah Ketut Madiasta atau Apem. Pebalap senior ini berambisi menyumbangkan medali bagi NTB di ajang empat tahunan tersebut.

”Target saya ngga muluk-muluk. Yang penting bisa menyumbang medali untuk NTB. Apalagi kalau dapat emas,” ujarnya, kemarin (20/7).

Apem menjelaskan, dirinya akan turun di nomor 21 tahun ke atas. Di nomor ini semua provinsi menjadi saingan berat. Karena yang lolos adalah pebalap terpilih dan terlatih. Tapi dirinya tetap optimis bisa mengungguli saingan-saingannya nanti.

”Sekarang kita manfaatkan waktu yang ada untuk berlatih. Mumpung persiapan masih panjang,” kata pria 33 tahun ini.

Menilik ke belakang, perjalanan karir Apem sebagai pebalap benar-benar dimulai dari nol. Apem mulai tertari dengan dunia balap motor saat berusia 15 tahun. ”Dulu awalnya coba-coba saja,” cetusnya.

Bahkan Apem mengakui jika dulu dirinya sering mengikuti balap liar yang digelar di Jalan Udayana dan Jalan Lingkar Selatan. ”Balap liar sering saya lakukan. Tapi tidak pakai taruhan, dulu itu gengsi yang lebih diutamakan,” tuturnya sambil tertawa.

Memasuki bangku SMA, Apem kemudian mendapatkan tawaran untuk masuk ke salah satu klub balap motor yang ada di NTB. Namanya Wahyu Motor Sports (WMS). Sejak saat itulah dirinya mulai ikut kejuaraan lokal maupun nasional.

”Itu pertama kalinya saya turun di kejurnas motorprix tahun 2004 di Sekongkang, Sumbawa,” bebernya.

Setelah itu, Apem semakin bersemangat menekuni balap motor. Namun saat itu ada kendala utama pebalap di NTB, yakni belum adanya sirkuit yang bisa digunakan latihan.

Akhirnya Apem bersama pebalap lain memilih latihan secara ilegal memanfaatkan ruas jalan umum. Salah satunya di ruas jalan di daerah Turide.

Berlatih di jalan umum tentu memiliki resiko besar. Apem bahkan sempat tertabrak motor tukang ojek yang saat itu sedang membawa penumpang saat berlatih. Beruntung tidak ada yang cidera parah. ”Habis ditabrak itu akhirnya dicegat polisi. Karena latihan tidak ada surat resmi dan menimbulkan kebisingan,” kisahnya.

Meski latihan kerap mendapat kendala, namun Apem berhasil menunjukkan prestasinya di balap motor. Apem tercatat sebagai juara region Bali-Nusra selama enam tahun, sejak 2010-2016.

Tidak hanya itu, Apem juga pernah merasakan podium kedua dalam ajang Yamaha  Cup Race yang digelar di Malaysia untuk kelas novice.

”Suka duka jadi pebalap ini banyak. Tapi saya nikmati. Sekarang saya fokus untuk PON,” tandasnya. (puj/*)