Choose Color

#

Performa Atlet Menurun

Pujo(LombokPost) 22 July 2020

MATARAM-Kondisi fisik atlet-atlet NTB berdasarkan hasil tes fisik yang dilakukan KONI NTB, akhir Juni hingga awal Juli lalu menurun. Hal ini diungkapkan tim panitia latihan mandiri kepada KONI kabupaten/kota, pengprov cabor, dan pelatih dalam rapat evaluasi, Sabtu (11/7).

 ”Hampir 60 persen atlet kondisinya menurun,” ujar Ketua KONI NTB H Andy Hadianto

Melihat kondisi ini, Andy menilai pelaksanaan pelatda sentralisasi harus segera dimulai kembali. Agar prestasi yang diharapkan di PON Papua bisa direalisasikan.

Sementara itu, Ketua Program Latihan Mandiri PON Papua XX Nur Haedin menjelaskan, pihaknya menggunakan perbandingan hasil tes fisik yang dilakukan Februari dengan tes fisik yang dilakukan Juni.

”Tes fisik di awal tahun diikuti 71 atlet. Sedangkan tes fisik yang baru kita laksanakan diikuti 76 orang. Ini dari 101 atlet,” katanya.

Berdasarkan hasil fisik terakhir, atlet yang masuk dalam kategori kondisi fisik baik sekali sebanyak empat orang. Jumlah ini mengalami penurunan dari tes fisik awal pelatda yakni delapan orang.

 Kemudian atlet yang berada di kategori kondisi fisik kurang sekali mengalami peningkatkan. Dari sembilan atlet pada tes awal pelatda, kini menjadi 12 atlet. ”Sedangkan sisanya berada di kategori, kurang, sedang, dan baik,” cetusnya.

Dengan hasil tes fisik ini, tim monitoring dan evaluasi menyimpulkan kondisi fisik atlet atau kebugaran secara umum belum mencapai target ideal. Terutama VO2 Max sebagai komponen utama kemampuan biomotorik.

Hal ini disebabkan belum efektifnya program latihan mandiri yang diberikan pelatih bisa dilaksanakan keseluruhan oleh atlet; model latihan mandiri belum memenuhi target yang diharapkan; bahkan ada pelatih yang tidak memberikan program latihan sehingga atlet tidak berlatih sesuai programnya.

”Kita tidak untuk saling menyalahkan. Mari hasil tes ini kita jadikan evaluasi agar kondisi atlet bisa lebih baik lagi,” katanya.

Melihat hasil tes fisik ini, panitia latihan mandiri merekomendasi sejumlah hal. Yakni harus dilakukan latihan yang intensif, teratur, terukur, sehingga semua komponen kemampuan fisiknya dapat ditingkatkan secara bertahap.

”Rekomendasi utama kami adalah untuk mengejar target 17 emas maka pelatda sentralisasi harus dimulai lagi,” tandasnya. (puj)