KONI NTB – Dispora NTB Diskusi PORPROV X Tahun 2018

Ketua Umum KONI NTB H Andy Hadianto dan pengurus KONI lainnya menghadiri pertemuan dengan Dispora NTB membahas tentang pelaksanaan PORPROV X NTB.

KONI NTB – Ketua Umum KONI NTB, H Andy Hadianto dan Kepala Dispora NTB, Ir Hj Husnanidiaty Nurdin, melakukan diskusi seputar pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), di ruang rapat Dispora NTB, Senin (24/9/2018).

Turut terlibat dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H MNS Kasdiono dan utusan pengurus cabang olahraga anggota KONI NTB yang dipersiapkan untuk dipertandingkan dalam pesta olahraga terbesar para atlet NTB itu.

Dalam diskusi yang berlangsung cair dan penuh canda itu, banyak hal disampaikan Kepala Dispora NTB. Termasuk yang dianggapnya paling penting adalah, ia menyuarakan larangan para atlet dunia atau Asian Games asal NTB tampil membela daerahnya di PORPROV NTB.

Alasan yang dikemukakan Kadispora NTB, bahwa PORPROV bukan tempat para atlet kelas dunia untuk meraih prestasi. Bagi dia, itu justru sebuah kemunduran jika para atlet dunia NTB masih memandang event sekelas PORPROV untuk meraih prestasi.

Kadispora NTB mencoba ingin menyatukan pendapatnya dengan KONI dan pengurus cabang olahraga. Ia ingin PORPROV NTB harus memunculkan juara-juara baru dan bisa dipersiapkan menjadi pelapis para atlet NTB yang selama ini membela Merah Putih di berbagai event dunia/internasional.

Ketua Umum KONI NTB, H Andy Hadianto, dalam diskusi tersebut, mencoba menyikapi keinginan Kadispora NTB. Bagi dia, apa yang dikemukakan Kadispora bisa diterima. Dan, ia juga mempunyai solusi bagaimana PORPROV X NTB ini tetap bisa memiliki nilai jual. Maksudnya, gairah masyarakat untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan PORPROV diupayakan tetap tinggi meski atlet dunia NTB seperti Lalu Muhammad Zohri, Zigi Zaresta dan lainnya tidak diperbolehkan membela daerah asalnya.

“Zohri, misalnya. Namanya sudah mendunia. Usai menjadi juara dunia lari junior, dia menjadi idola baru masyarakat Indonesia. Saat tampil di Asian Games, ia menjadi pusat perhatian penonton. Tentunya, di PORPROV X nanti masyarakat kita juga ingin sekali melihat aksi larinya,” kata Ketum KONI NTB.

Namun, jika PORPROV melarang Zohri dan kawan-kawan sesama atlet Asian Games NTB lainnya tampil membela daerahnya, maka KONI NTB jelas Andy Hadianto, mempunyai solusi yakni menyelipkan pertandingan semacam nomor terbuka di PORPROV X NTB, diluar nomor resmi PORROV. Dalam hal ini, nantinya akan diundang atlet luar daerah untuk turut meramaikan. Di sinilah nantinya Zohri dan atlet internasional NTB lainnya bisa menghibur masyarakat NTB yang ingin melihat mereka beraksi di daerah sendiri.

Sementara itu, Kasdiono memberi jaminan bahwa PORPROV X NTB tetap bisa terlaksana tahun 2018. Artinya, agenda PORPROV X tanggal 9-17 Desember 2018 yang telah ditetapkan KONI NTB, tidak akan mengalami pergeseran pelaksanaan.

Jaminan yang diberikan Kasdiono itu sudah cukup melegakan bagi setiap cabang olahraga untuk melakukan persiapan dan bagi KONI NTB untuk menyampaikan kepada KONI Kabupaten/Kota agar semakin fokus mempersiapkan diri menghadapi PORPROV X. (Humas KONI)

Share this on your social media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *